14 Agustus 2009

Bisnis yang sukses, suatu ibadah yang relevan

Free To Worship Sona Topas 12 Agustus 2009
Pembicara: Petrus Halim (wakil president director PT. Intraco Penta Tbk)

Referensi ayat:
Yohanes 4:4-34
1 Kor. 4:1-2
Yeremia 29:12
Hagai 1:2-7

Ilustrasi: cerita mengenai perbincangan Yesus dengan wanita Samaria di sumur.
Pada jaman itu sumur merupakan milik yang sangat berharga dan sering orang berperang dalam merebut sumur orang daripada membuat sumur sendiri, karena sangat sulit membuat sumur. Menurut arkeologi, kedalaman sumur bisa mencapai 30 meter lebih. Dimana pada saat itu belum ada mesin untuk melakukan pengeboran.

Latar belakang budaya pada waktu itu adalah orang Samaria dan Yahudi tidak akur, karena orang Yahudi menganggap orang Samaria mencampur adat istiadat Yahudi dengan budaya Samaria.

Bagaimana Yesus bicara dengan wanita Samaria sehingga sampai rela menyerahkan sumur, tempayan dan timba pada Yesus?

Point yang bisa kita pelajari:
1. Yesus relevant ke wanita tersebut. Yesus berada di sumur bicara mengenai air. Yesus punya strategi.
Dalam dunia bisnis hal yang relevan adalah bagaimana mencetak laba, meningkatkan penjualan disaat kondisi sulit, mengembangkan bisnis tanpa berhutang.

2. Pastikan bisnis kita excellent (terbaik). Menjadi yang terbaik di bidang yang kita kerjakan.
Sebagai karyawan, kita memiliki jiwa boss yaitu tidak perhitungan.

3. Kita adalah pengelola saja, semua yang kita miliki adalah milik kepunyaan Tuhan saja.
Kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita.

4. Prioritas paling utama adalah kehidupan. Yesus datang dengan tujuan untuk memulihkan kehidupan wanita.
Jangan membangun hubungan atas dasar uang / materi, karena jika tidak ada uang maka kita akan ditinggalkan.
Jika berhubungan dengan pejabat, jangan menjadikan dia sebagai obyek untuk mendapatkan proyek tetapi sebagai orang yang perlu diluruskan kehidupannya.

5. Mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan.

6. Berpusat pada Kristus. Pusat kehidupan kita jangan pada hal-hal materi atau kesenangan diri.

7. Menyalurkan setiap berkat yang kita terima dari Tuhan, jangan simpan untuk diri sendiri.
Hidup bukan berpusat pada diri sendiri, tetapi memperhatikan rumah Tuhan dan pekerjaan Tuhan di bumi.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar